B. BUMI DISERANG SINAR GAMMA
Ketika kesejajaran terjadi, planet kita akan dihujani oleh sinar gamma yang paling mematikan yang pernah ada, yang dikeluarkan dari galaksi Gugusan Bima Sakti. Kekuatannya sampai 3,5 triliunan volt elektron.
Sinar Gamma
Kita akan dihadapkan pada arus sinar gamma ini selama paling tidak beberapa bulan. Ini akan bersamaan dengan berlangsungnya pemrogaman kembali DNA kita.
Beberapa planet lain dalam sistem tata surya kita juga dipengaruhi oleh pemanasan global. Sangat mungkin karena sistem tata surya kita semakin dekat keekuator galaktika, di mana triliunan volt elektron dimuntahkan dari celah hitam. (volt elektron adalah unit energi, e x V, sehingga ditulis eV, yaitu jumlah energi yang diperoleh elektron tunggal tidak terikat ketika ia berakselerasi melalui perbedaan potensial elektrostatis dari 1 volt).
Sejumlah ahli fisika telah menemukan bukti adanya photon (satuan energi dalam cahaya) tertinggi terdeteksi keluar dari ekuator Gugusan Bima Sakti. Ahli fisika dihampir selusin lembaga penelitian termasuk New York University telah menemukan bukti tentang emisi sinar gamma berenergi sangat tinggi dilepaskan dari Gugusan Bima Sakti. Hal ini menandai energi paling tinggi yang pernah dikeluarkan berasal dari ekuator galaktika.
Ekuator Galaktika
Percobaan satelit terdahulu telah melihat emisi sinar gamma di sepanjang ekuator galaktika yang mencapai 30 miliar volts elekton saja. Muatan partikel energi matahari kita sekitar 500 ribu volts elektron saja. Sedangkan yang mereka temukan hampir 7 juta kali energi matahari kita dan berjalan – jalan dengan kecepatan cahaya. Artinya hampir 7 juta kalli bentuk energi yang dihasilkan oleh matahari kita. Inilah sebabnya tmperatur pada masing – masing planet dalam tata surya semakin meninggi.
Kesimpulannya, kita akan bersejajar dengan ekuator dan akan dapat melihat pusat galaktika seluruhnya melalui pembukaan celah gelap pada 21 Desember 2012, seperti yang telah diramalkan oleh bangsa Maya.
Kesejajaran ini tentu akan menyebabkan meningkatnya temperatur pada setiap objek di dalam sistem tata surya kita, termasuk matahari. Radiasi sebanyak itusecara langsung diyakini bersifat sangat mematikan dan akan merusak semua materi organik. Jadi sangat mungkin jika energi ini melanda Bumi, kita semua akan mati.
Sebagian besar galaksi memerlukan sumber energi masif dari kekuatan yang sangat untuk menstabilisasikan orbit bintang di dalamnya. Mesin yang mendorong rotasi dan bentuk masing – masing galaksi terdiri atas apa yang disebut oleh ahli fisika bintang sebagai lubang hitam sangat masif yang berada di pusatnya langsung.
Lubang Hitam
Lubang hitam ini berlokasi di pusat gugusan Bima Sakti, berisi massa yang diperkirakan lebih dari satu triliunan bintang dan diyakini berdiameter lebih dari dua triliunan mil. Banyak ahli fisika bintang dan kuantum terkemuka juga percaya bahwa lubang hitam super masif berputar pada laju yang luar biasa tinggi disebabkan oleh massanya yang berlimpah ruah.
Pada laju perputaran yang tinggi seperti ini, medan gravitasional yang terprojeksi dari lubang hitam tidak berbentuk bola, tapi agak merata untuk membentuk lempeng berputar yang masif tapi sangat tipis. Bidang galaktika dalam Gugusan Bima Sakti dapat dengan mudah diidentifikasi ( bahkan oleh mata yang tidak terlatih ) ketika seseorang memandang bentuk dan karakterisitk galaksi.
Dari cerita yang diberikan oleh teleskop Hubble dan simulasi komputer yang diprojeksi, kita dapat dengan mudah melihat bahwa seluruh materi bergerak dibentuk disekitar pengaruh gravitasional yang merata ini. Hal ini juga menjelaskan mengapa hampir semua galaksi rata dan berlingkar. Bila melihat ke galaksi Gugusan Bima Sakti, anda akan melihat lengkung gelap yang memperlihatkan dimana lokasi bidang gravitasional ini berada. Lengkung itu juga memperlihatkan pada anda di mana debu dan massa galaktika dikumpulkan sejak lahirnya galaksi itu. Di sinilah kita dapat dengan mudah melihat lokasi bidang galaktika, yang sebenarnya disebut oleh sains modern sebagai equinox galaktika.
Hubungannya Dengan Masa Depan Manusia
Di Gugusan Bima Sakti, yang merupakan galaksi aktif, sistem tata surya kita bergerak memutar di atas dan di bawah bidang galaktika. Dengan semakin mendekatnya sistem bintang dan planetaria termasuk diri kita pada bidang galaktika, maka pengaruh gravitasional meningkat. Ini kemudian akan mengganggu stabilitas masing – masing planet, termasuk Bumi.
Perjalanan menuju bagian paling padat dari bidang gravitasional ini menjadi penyebab langsung dari siklus yang mengganggu dan perubahan kutub yang kita tak tahu tercatat sepanjang sejarah. Sifat sistem tata surya kita yang bersiklus ini, dengan bergeraknya kita melintasi Gugusan Bima Sakti menjadi dasar pembuatan sistem kalender yang sangat akurat oleh sejumlah peradaban kuno.
Celah gelap/ equinox galaktika
Bangsa Maya sendiri menjelaskan apa yang mereka sebut “ celah gelap ” atau “ bidang galaktika ”. mereka menyatakan bahwa pada akhir zaman, yang membawa pada perusakan di seluruh dunia, dijelaskan sebagai keadaan dunia yang sedang duduk di celah gelap.
Kendati bangsa Maya tidak dengan jelas menghadirkan sains di balik pertanyaan mengapa bidang glaktika menyebabkan implikasi yang cukup parah terhadap stabilitas Bumi, dalam istilah modern begitu jelas bahwa kita sedang membicarakan peristiwa yang sama.
Ini adalah suatu peristiwa ketika Bumi melewati equinox galaktika / celah gelap bidang pusat. Semuanya merujuk pada satu siklus dan pengaruh gravitasional yang merusak yang diciptakan oleh lubang hitam sangat masif di pusat Gugusan Bima Sakti.
Para peneiliti dan ilmuwan sepakat bahwa kita sedang mendekati titik akhir dari apa yang dikatakan oleh bangsa Maya sebagai “zaman saat ini”. Walaupunbanyak kelompok ilmiah masih memperdebatkan implikasi sepenuhnya dari apa yang akan diakibatkan oleh melintasnya bidang galaktika terhadap Bumi, kita telah mulai melihat berbagai tanda awal bahwa pengaruh gravitasional yang meningkat telah mngenai dunia dan planet lain dalam tata surya.
Dengan semakin dekatnya kita pada bidang gravitasional, kita akan terus mengalami cuaca yang parah, efek geologis seperti gempa, tsunami, angin topandan aktivitas gunung berapi dengan frekuensi dan intensitas yang semakin meningkat. Ketika kita menembus bagian terpadat dari bidang galaktika dan mengalami efek gravitasional penuh, kita bisa menyaksikan bara matahari yang belum pernah kita saksikan sebelumnya, hujan meteor yang tak terkirakan dan pergeseran kutub geografis.
Berbagai benda langit mungkin akanmelintasi sistemm tata surya kita karena mereka juga dipengaruhi oleh bidang gravitasional. Hal ini bisa menjadi penjelasan bagi catatan kuno tentang sejumlah bencana di seluruh dunia yang dibarengi oleh melintasnya beberapa benda, komet, atau apa yang dikatakan ileh para peneliti sebagai “ planet X”. Efek yang lebih parah yang dapat menyebabkan krusakan di seluruh dunia adalah pergeseran kutub yang kemungkinan besar akan terjadi pasa kurun waktu antara 2008 dan 2014.
Simulasi komputer telah memanfaatkan sekumpulan pengetahuan. Kita memiliki pulujan model galaktika dan ada satelit, yang mengatakan bahwa sistem tata surya kita sudah pasti akan mulai melintas pada bifang galaktika dalam waktu dekat ini.








1 komentar:
komen deh
Posting Komentar